Peluncuran Program Emas Oleh Kementrian Kesehatan Dan Usaid

Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan USAID membuat program Expanding Maternaland Neonatal Survival (EMAS) sebagai sebuah program untuk penyelamatan bagi ibu dan bayi. Program ini diluncurkan karena Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mengundang keprihatinan Kementerian Kesehatan RI. Program ini diluncurkan Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan USAID. di Hotel Aryaduta. Kabupaten Pinrang sebagai tempat penerapan EMAS untuk tahap pertama dan program ini berlangsung selama lima tahun.

Selain Sulawesi Selatan, ada lima provinsi yang menerapkan program EMAS yaitu Provinsi Banten, Jawa Tengah,  Jawa Timur, Jawa barat dan Sumatra Utara. Adapun jumlah atau angka kematian ibu dan bayi menjadi prinsif utama untuk pemilihan daerah dalam penerapan program EMAS. Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr. Ratna Rosita, di Hotel Aryaduta, Makassar, Senin, 23 April 2012.

Steering EMAS, Evodia Isnawati mengatakan, EMAS merupakan program hibah dari pemerintah Amerika melalui USAID. Jumlah dana yang digelontorkan Amerika untuk melaksanakan program tersebut sebanyak USD 55 juta. Dalam pengimplementasiannya kami bermitra dengan beberapa pemerhati anak dan ibu seperti Jhpiego, Save The children, RTI Internasional Muhammadiyah dan Lembaga Kesehatan Budi Mulia. Melalui program ini akan diciptakan tenaga ahli dan berpengalaman dalam pengembangan good governance di Puskesmas dan RSU serta RSUD sebagai upaya penguatan pelayanan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Rahmat Latief mengatakan angka kematian ibu dan angka kematian anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Semoga dengan hadirnya program EMAS di Sulawesi Selatan, AKI dan AKB bisa ditekan demi mempercepat Millenium Development Goals (MDGs).

Hr/Tn (Selasa, 24 April 2012)